Friday, July 15, 2011

Kisah Empat Buah Lilin

Kisah ini saya peroleh dari sumber dengan sedikit perubahan. Selamat menikmati :)

Ada 4 lilin yang menyala, sedikit demi sedikit meleleh. Suasana begitu sunyi, sehingga terdengarlah percakapan mereka.
Lilin 1 : aku adalah damai, namun manusia tak mampu menjagaku, lebih baik aku mematikan diriku saja...demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam...

Lilin 2 : aku adalah iman, sayang aku tak berguna lagi, manusia tak mau mengenalku, untuk itu tak ada gunanya lagi aku tetap menyala...begitu selesai bicara tiupan angin memadamkannya...
Lilin 3 : (dengan sedih dia berkata) aku adalah cinta, tak mampu lagi aku untuk tetap menyala, manusia tak lagi memandang dan menganggapku berguna, mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang di cintainya, membenci keluarganya...tanpa menunggu lama maka matilah lilin ketiga...

Tanpa terduga, seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat tiga lilin telah padam. Dan anak itu berkata, "Eh, apa yang terjadi? Kalian harus tetap menyala, aku takut kegelapan." Lalu ia menangis tersedu-sedu.

Tiba-tiba dengan terharu lilin ke empat berkata, janganlah takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya, akulah harapan . Dengan mata bersinar, sang anak mengambil lilin harapan, lalu menyalakan kembali ketiga lilinnya.

Apa yang tidak pernah mati adalah harapan yang ada dalam diri kita. Dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun, mampu menghidupkan kembali iman, damai dan cinta dengan harapannya. :)
Semoga bermanfaat dan membuat kita sadar akan sesuatu :)

No comments:

Post a Comment