Saturday, August 11, 2012

Pendidikan Seks Masuk ke Dalam Pengajaran di Sekolah

Assalamu'alaykum warohmatulloh wabarokatuh,
Yak, di sini saya akan mencoba share esai buatan saya yang saya ikutkan dalam program beasiswa DataPrint. Minta tolong dikomentari dan diberi saran yak. Terima kasih. Ini esai buatan saya:


Selama ini, ketika mendengar kata seks, yang timbul dalam pikiran kita adalah tentang hubungan seksual. Padahal jika ditilik dari arti katanya, seks mempunyai arti jenis kelamin dan bukan hubungan seksual. Kesalahan dalam pengartian kata membuat kita enggan untuk membicarakan hal tersebut. Apalagi ketika mendengar pendidikan seks, timbul berbagai macam praduga dan kebanyakan adalah praduga negatif. Padahal sebetulnya pendidikan seks di sini ditujukan untuk tujuan baik, bukan menuju ke arah yang negatif seperti yang masyarakat pikirkan. Apakah perlu pendidikan seks dimasukkan dalam pengajaran di sekolah?

Pendidikan seks yang dimaksud di sini adalah pendidikan yang berhubungan dengan jenis kelamin. Jadi berbagai hal mengenai kelamin laki – laki, perempuan, perubahan – perubahan yang terjadi ketika laki – laki menjadi dewasa, ketika perempuan menjadi dewasa, dan masih banyak hal lain yang dibahas, sampai masalah bagaimana terjadinya pembuahan, pertemuan antara sperma dan sel telur, kehamilan, serta beberapa penyakit menular seksual yang dapat disebabkan oleh hubungan seks yang tidak sehat.

Dalam pembelajaran di sekolah, sangat dianjurkan untuk membahas mengenai pendidikan seks. Adapun alasan untuk membahas pendidikan seks yaitu agar siswa – siswi tidak terjerumus dalam hal negatif. Informasi - informasi terkait dengan seks / jenis kelamin juga akan jauh lebih baik jika didapatkan di sekolah, daripada berasal dari sumber – sumber yang tidak jelas yang justru menyesatkan. Pada dasarnya usia anak sekolah terutama remaja cenderung memiliki rasa keingintahuan yang tinggi sehingga harus diimbangi dengan pengetahuan – pengetahuan tentang seks yang bisa di dapat dari pendidikan seks tersebut. Pendidikan seks di sekolah diharapkan dapat memberikan informasi – informasi yang tepat tentang seks dan menjawab semua pertanyaan yang timbul karena perubahan – perubahan yang terjadi pada anatomi tubuh mereka seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu, siswa juga dapat menyadari bahwa banyak penyakit yang disebabkan oleh hubungan seksual, penyimpangan seksual, dan hal lain yang tidak baik sehingga siswa tidak melakukannya dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas dirinya serta orang lain.

Pemberian pendidikan seks ini harus ada batasan – batasan tertentu. Sasarannya pun juga tidak boleh sembarangan yaitu sesuai dengan tingkatan – tingkatan usia atau jenjang pendidikan. Untuk usia Sekolah Dasar, pendidikan seks yang wajar diberikan adalah mengenai informasi yang berkaitan dengan seks / jenis kelamin secara umum, tidak dianjurkan untuk pemberian materi yang terlalu ‘menjurus’ ke dalam hubungan seks. Untuk usia Sekolah Menengah Pertama sebaiknya sudah mulai dikenalkan pengertian hubungan seksual, akibat hubungan seksual, dan hal lain yang bersifat memberikan sedikit informasi dengan tujuan memberi rambu – rambu agar tidak bertindak lebih jauh lagi. Dan untuk usia Sekolah Menengah Atas, sangat dianjurkan untuk mempelajari segala hal yang berhubungan dengan hubungan seksual, penyimpangan seksual, Penyakit Menular Seksual (PMS) yang disebabkan oleh hubungan seksual, sampai dengan problematika yang terjadi terkait kejahatan sosial serta pelecehan – pelecehan seksual yang diakibatkan tidak adanya kontrol diri yang baik.

Berdasarkan uraian di atas, kita tahu pentingnya pendidikan seks dimasukkan dalam pengajaran di sekolah. Dengan harapan – harapan di atas, semoga permasalahan - permasalahan yang dialami oleh bangsa ini dapat diselesaikan dengan memasukkan pendidikan seks ke dalam pengajaran di sekolah.

Nah, bagaimana pembaca? Yang mau ikut mendaftar beasiswa DataPrint tersebut, bisa mengakses halaman Beasiswa DataPrint. Untuk peraturan silakan klik di sini, untuk ketentuan esai silakan klik di sini, dan untuk mendaftarkan diri klik di sini. Selamat mencoba! Semoga diberikan yang terbaik.

Wassalamu'alaykum warohmatulloh wabarokatuh

No comments:

Post a Comment