Friday, November 30, 2012

Liburan ke Toraja? Siapa Takut!

Hai, Pembaca! Pernah tidak berkunjung ke Toraja? Bagi yang belum pernah, yuk baca postingan ini sampai akhir! Di sini akan mengulas tentang Toraja yang mungkin bisa membuat Pembaca sekalian terkagum – kagum dengan apa yang ada di Toraja. Yah, mungkin karena keindahan alamnya atau mungkin karena ingin menetap di sana? Mau liburan ke sana?
Nah, untuk yang sudah pernah ke sana atau bahkan berdomisili di sana, tetaplah membaca postingan ini sampai akhir juga. Yuk sharing – sharing di sini, barangkali ada informasi yang salah dari apa yang saya tulis di sini. Karena memang saya sendiri juga belum pernah ke sana. Hanya sebatas mengetahuinya lewat dunia maya saja. Yuk kita mulai ulasan mengenai Toraja! Let’s check this out!

Kabupaten Tana Toraja? Letaknya di mana sih?
Nah, bagi yang belum tahu, Kabupaten Tana Toraja adalah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan bupati Bernama Theofilus Allorerung. Ibu kota kabupaten ini adalah Makale . Sebelum pemekaran, kabupaten ini memiliki luas wilayah 3.203 km² dan berpenduduk sebanyak 221 .081 jiwa (pada survey tahun 2010).
Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan dan mempertahankan gaya hidup yang khas dan masih menunjukkan gaya hidup Austronesia yang asli dan mirip dengan budaya Nias. Daerah ini merupakan salah satu obyek wisata di Sulawesi Selatan. (sumber: Wikipedia)
Nah, untuk peta lokasinya bisa dilihat di bawah ini :
Peta Lokasi (sumber)

Untuk sejarah Toraja sendiri dapat dibaca di sini 
Itulah sekilas mengenai Toraja. Semoga nantinya kalau Pembaca mau ke sana, tidak kesasar yah. Karena udah ada peta wilayahnya, hehe. Nah, untuk obyek wisata di sana itu apa aja sih? Yang bisa membuat kita ingin untuk ke sana? Wah, banyak sekali obyek wisata di Toraja dan kebanyakan adalah obyek wisata budaya Toraja sendiri, seperti Buntu Kalando, Londa, Ke’te Kesu, Batu Tumonga (http://www.torajatreasures.com/id/batutumonga) , dan Lemo. Mungkin membaca dari namanya saja kita sudah ngeri yah? Tapi tenaaang, ndak bakal menggigit kok. Karena selain di sana itu terkenal dengan keindahan alam dan keasriannya, hasil budaya – budaya di sana itu juga sangat menarik untuk kita nikmati. Yuk, langsung saja kita ke TKP!


Buntu Kalando
Buntu kalando terletak di kecamatan Sangalla’, lebih kurang 22 km dari kota Rantepao. Di sini terdapat rumah-rumah tradisional Tongkonan milik Puang Sangalla’ ( bangsawan lokal ) yang digunakan sebagai pusat pemerintahan di masa lampau. Ada sebuah museum kecil yang memamerkan barang-barang peninggalan milik keluarga Kerajaan ini. Tempat ini dapat dicapai dengan menggunakan bemo jurusan Makale – Sangalla’ , ojek atau treking dari berbagai jalur.



sumber foto
Jadi,di sana kita dapat menikmati suasana yang khas dari Toraja sendiri. Terdapat rumah – rumah tradisional yang mungkin belum pernah kita lihat sebelumnya. Di sana kita juga bisa melihat – lihat barang – barang peninggalan, pusaka, dan lain lain di museum yang terdapat di Buntu Kalando ini. Siapa yang tidak tertarik coba? Yuk, ke sini rame – rame!

Londa
Londa terletak sekitar 5 km ke arah selatan dari Rantepao di distrik 'Kesu. Ini adalah gua batu kapur kuburan tua yang milik Lengkong dan To 'Para'pak, keturunan Tandilino, yang membuat pertama' erong '(peti kayu). Keturunannya melanjutkan tradisi ini. Stupa gantung dan banyak 'erong' diletakkan di tanah dapat ditemukan di sini. Beberapa orang dengan lampu gas bisa disewa atau satu dapat menggunakan senter yang kuat.



 sumber foto
Nah, ini nih yang kelihatannya paling angker. Karena di dalam goa, terdapat kuburan – kuburan tua. Serem gak sih? Tenang tenaaaang, kalo ndak berulah ya ndak papa. Tuh, gambarnya aja keliahatan seru. Bagi yang suka dengan petualangan, boleh deh mampir di sini! Asik!

Ke’te Kesu
Ke'te 'Kesu' terletak sekitar 4 km ke arah tenggara dari kota Rantepao di distrik 'Kesu. Sebagai salah satu tujuan wisata paling populer, Ke'te 'Kesu' mempesona dengan perusahaan rumah 'tongkonan', lumbung padi ('alang') dan batu megalit yang ditetapkan di antara sawah. Ada juga sebuah situs pemakaman aristokrat di tebing dengan kuburan gantung dan stupa ('tau-tau') terletak sekitar seratus meter di belakang desa ini. Hal ini juga terkenal dengan pemahat yang sangat nya keterampilan dan tempat yang baik untuk membeli souvenir juga.
upacara adat

 sumber foto
Wah tempat paling popular ini yang sering dikunjungi wisatawan. Selain di sana itu tempat membeli souvenir, kerajinan tangan, dan segala pernak – pernik oleh – oleh, di sana juga diadakan upacara budaya. Jadi, kita bisa menikmati keindahan sambil melihat upacara budaya suku Toraja. Asik kan? 

Batu Tumonga
Batu Tumonga adalah daerah yang spektakuler terletak di lereng Gunung Sesean. Dari desa ini, kita bisa menikmati panorama dramatis dan gambaran kota Rantepao. Daerah ini sangat indah di Maret atau April, ketika padi baru ditanam atau di akhir Juli atau Agustus selama waktu panen. Ada beberapa rumah tetap dan kafe di mana satu dapat bermalam dengan lingkungan yang damai dan segar. Batutumonga adalah sekitar 24 km dari Rantepao di kecamatan Sesean Suloara dan ini dapat dicapai dengan minibus atau oto dari Terminal Pasar Bolu.
Di kawasan ini anda dapat menemukan sekitar 56 batu menhir dalam satu lingkaran dengan 4 pohon di bagian tengah. Kebanyakan batu menhir memiliki ketinggian sekitar 2–3 meter. Dari tempat ini anda dapat melihat keindahan Rantepao dan lembah sekitarnya. Terletak di daerah Sesean dengan ketinggian 1300 meter dari permukaan laut.


morning view
 sumber foto
Nah, yang hobi foto – foto, narsis, bisa dating ke Batu Tumonga. Karena di sana merupakan tempat yang indah untuk diabadikan dalam foto. Siapa yang ndak mau foto – foto di sana coba? Biar temen – temen yang belum ke sana ngiler lihat foto – fotonya. Bagaimana?

Lemo
Lemo berarti jeruk dalam bahasa Inggris. Hal ini dinamai 'Lemo' karena bukit batu besar di situs ini memiliki bentuk oranye. Lemo terletak sekitar 11 km ke arah selatan dari Rantepao atau sekitar 7 km dari ibukota tana toraja, Makale di distrik Utara Makale. Ini adalah sebuah situs pemakaman di tebing yang milik kepala suku Toraja kuno. Galeri patung ('tau-tau') penjaga kuburan. Tempat ini sering disebut sebagai rumah para arwah. Di pemakaman Lemo kita dapat melihat mayat yanng disimpan di udara terbuka, di tengah bebatuan yang curam. Kompleks pemakaman ini merupakan perpaduan antara kematian, seni dan ritual. Pada waktu-waktu tertentu pakaian dari mayat-mayat akan diganti dengan melalui upacara Ma' Nene

 sumber foto
Naaah, selain ternyata ada yang lebih angker dan serem dari Londa tadi. Rumah arwah? Wah waaah, benar – benar serem yah? Tapi ndak usah kawatir. Karena selama tidak bertindak macam – macam, tidak akan terjadi apa – apa kok. Jadi tenang saja.

Nah, itu tadi obyek – obyek wisata yang bisa kita nikmati di Toraja. Selain yang saya sebutkan di atas, ada beberapa obyek wisata yang belum disebutkan, yaitu Kambira, Karassik, Lo’ko Mata, Galugu Dua, Bori Kalimbuang, Buntu Pune, dan Bolu Pasar Tradisional yang menyediakan daging kerbau dan babi dengan harga terjangkau.
Semoga dengan apa yang saya ulas di atas, menjadi pertimbangan untuk Pembaca dalam memilih tempat liburan yang indah, asri, dan lengkap dengan sejarah – sejarah, yang nantinya bisa diceritakan kepada orang lain sehingga bisa mengunjungi Toraja rame – rame. Kalo mau ke sana ajak saya yah, hehehe. Terima kasih untuk kesempatannya. Selamat berlibur!

Tulisan ini dipersembahkan untuk My Makassar

1 comment: